Sejak merilis album perdana Becoming Dew pada tahun 2007, publik senantiasa merindukan  penampilan duo AriReda. Bak gayung bersambut, Ari Malibu dan juga Reda Gaudiamo menyimpan bara energi yang mampu membawa keduanya hadir berbagi cinta dan cerita dalam setiap ruang pertunjukan. Setelah 28 tahun malang melintang dari pangung ke panggung apresiasi seni dan musikalisasi puisi, terhitung sejak tahun 2015 lalu AriReda menjalani rutinitas sebagaimana yang jamak dilakukan oleh sebuah grup musik, yaitu menggelar rangkaian tur ke sejumlah kota.

Dibuka dengan AriReda European Tour 2015 dan diikuti oleh Still Crazy After These Years Tour 2016, pada bulan November 2017  ini AriReda menjalani rangkaian tur ke tujuh kota di Pulau Jawa. Dengan mengambil tajuk Tur Menunggu Kemarau 2017, duo yang terbentuk sejak tahun 1982 ini akan menyambangi kota- kota seperti Surabaya, Solo, Salatiga, Semarang, Malang serta Karawang.

Khusus untuk kota ke-2, penyelenggaraan tur menjadi terasa spesial mengingat kesempatan ini menjadi kali pertama AriReda menyapa para penggemarnya yang berada di kota bengawan dan sekitarnya. Tur Menunggu Kemarau 2017 di Kota Solo diselenggarakan pada tanggal 20 November 2017 di Studio Lokananta. Sebagaimana penyelenggaraan di Salatiga dan Semarang, penyelenggaraan tur ini turut serta didukung oleh American Music Abroad. Turut serta memeriahkan acara adalah Tony Memmel and His Band (Amerika Serikat) dan Teori (Solo).

Sebagai salah satu upaya mendukung pendokumentasian dan pengarsipan musik, penampilan duo AriReda di Studio Lokananta direkam dan dirilis dalam format kaset. Rilisan pertama format kaset ini menjadi tanda mata bagi para pembeli tiket pertunjukan musik Supersonik #23 AriReda Nouvelle Annee, 27 Januari 2018  di Jakarta. Rilisan ke dua dari AriReda Live at Lokananta (edisi cover merah) didistribusikan kepada publik serta masyarakat luas.s

0 15